Serangan Stroke yang mendadak seringkali dianggap hal yang aneh atau mistis bagi masyarakat awam. Masih muda, 40an tahun sehat, gak punya keluhan. Kok tiba-tiba tidak berjalan. Seperti baru kena sihir atau guna-guna. Maka apa yang dilakukan keluarga pasien? Mendatangkan ustad diminumkan air doa, atau ‘orang pintar’ datang untuk memberikam jampi atau ajian-ajian. Sejam dua jam berlalu, sampailah keesokan harinya. Seorang kerabat yang cukup berpendidikan melihat dan segera meminta pasien dan keluarga ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit apa yang terjadi? Golden time pasca serangan stroke 4.5 jam setelah serangan sudah berlalu. Strokenya sudah menyumbat. Dan tidak ads tatalaksana khusus selain rawat inap untuk menghindari serangan stroke berulang.
Suatu ketika aku kembali dihadapkan dengan cerita keluarga pasien. Saat sedang melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital pasien… seorang pasien yang baru saja mengalami stroke akut 2 hari lalu. Seorang ibu usia sekitar 50 tahunan. Kaki dan tangannya masih bisa bergerak. Namun si ibu tidak bisa bicara. Dan tidak memahami perintah. Pasien mengalami Afasia global. Afasia global adalah bentuk afasia yang paling berat dan parah. Kondisi ini merupakan gangguan komunikasi yang merusak hampir seluruh kemampuan seseorang dalam berbicara, menulis, membaca, serta memahami bahasa lisan maupun tulisan. Menunjukkan pasien ini terkena stroke yang mengenai otak pusat bicaranya. Aku melakukan pemeriksaan tekanan darah dna pemberian obat. Tiba-tiba si anak kira-kira usianya 25 tahun. Bertanya padaku… “Sus serangan stroke itu ada obatnya gak sih?”
Sebuah pertanyaan yang sering di utarakan keluarga pasien. Aku masih diam. Lalu anak pasien itu melanjutkan..
“Katanya stroke itu ada masa Golden Time nya? Berarti bisa sembuh dong kalo masih dalam waktu itu?” Tanya si pasien. Jelas rentetan pertanyaan itu ditujukan padaku. Perawat satu-satunya di ruang itu.
“Iya Mbak. Kalau masih golden time bagi stroke sumbatan bisa dilakukan terapi tombolisis sesuai intruksi dokter untuk melepas sumbatan di otaknya. Jadi kemungkinan bagi yang punya gejala kelemahan akan pulih lagi, atau kalau kaya ibunya Mbak di area bicara sumbatan bisa di lepaskan jadi bisa bicara lagi. Semua atas izin Allah juga sih mbak..” tuturku.
“Kalau gitu harusnya waktu itu ibuku bisa bicara ya, Sus. Kalau aja aku langsung bawa ibu ke IGD… waktu itu ibu diem aja dengan pandangan kosong gak ada yang ngeuh. Gak ada yang sadar kalau itu serangan stroke… besokannya baru di bawa ke rumah sakit karena hampir seharian ga ada bicara. Dan gak kaya biasanya….” Ucap si anak pasien.
Aku hanya terdiam sambil terus melakukan pekerjaanku. “Mudah-mudahan nanti di terapi wicara pelan-pelan ibu bisa lagi mengerti dan bicara walau sedikit ya Mbak. Kalau sudah begini kita yang harus lebih memperhatikan ibu ya mbak. Jangan sampai jatuh, biar minum obat rutin. Jangan sampai kena stroke berulang. Kalau kena lagi stroke berulang khawatir malah terjadi hal lebih parah yang kita semua tidak mau…”. Ucapku perlahan. Kemudian pamit meninggalkan ruang. Si Anak kembali memperhatikan ibunya yang sedang tidur.
Aku mendengar nada penyesalan itu dengan jelas. Seorang anak yang menyesal kenapa tidak tanggap membawa sang ibu ke lGD untuk segera di tangani. Ini hanya satu kasus. Di luar sana ada banyak pasien stroke yang sudah melampaui masa Golden Time pasca serangan.
Ada yang masih muda namun harus melalui rembukan keluarga karena harus menentukan siapa yang bersedia menjaga pasien di RS. Ada yang sudah berusaha cepat namun terjebak macet di jalan. Masa golden time itu seperti cukup untuk mernuju ke Rumah Sakit. Namun jika saat itu terjadi, waktubterasa cepat berllau. Rasanya ingin cepat sampai IGD dan kegawatdaruratan itu harus segera ditangani.
Untuk Rumah Sakit di tempatku bertugas. Jika ada pasien terkonfirmasi serangan stroke baru (akut) EHR (Elektronic Health Record) langsung mengeluarkan waktu menghitung. Waktu ini bertujuan untuk memastikan golden time belum terlampui. Maka saat itu tantangan bagi donter dan perawat di IGD adalah melakukan pengkajian, CT Scan secara cepat, lalu memastikan serangan stroke yang terjadi pada pasien . Jika serangan stroke iskemik (sumbatan) maka ada terapi khusus memecah sumbatan. Sedangkan jika serangan stroke perdarahan ada pula tindakan dan terapi agar perdarahan tidak makin meluas.
Ceri188 merupakan situs permainan 4D online gacor yang memberikan pengalaman bermain terbaik dan memuaskan melalui Ceri188 kepada para pemain yang bermain di situs permainan Joker. Joker Gaming menawarkan berbagai macam permainan yang dapat dinikmati hanya oleh satu pengguna, dan odds permainan yang kami tawarkan juga tidak pelit, karena kami adalah situs permainan Ceri188 4D yang selalu ingin menawarkan kemenangan spesial kepada pemain yang berdedikasi.