Apabila kita pernah mendengar istilah Merancang Games kita mungkin bisa membayangkan apa maknanya. Pengalaman pengguna. Akan tetapi, dalam keilmuan user experience sulit diartikan secara tepat. Biasanya user experience diukur dengan kegunaan.
Dalam permainan, user experience pernah dinilai berdasarkan kesenangan, kehadiran, keterlibatan, dan alur permainan dan dapat dimainkan atau tidak (playability). Pengujian terhadap games dilakukan pada saat dalam bentuk konsep, sebelum diproduksi, pada saat masih prototype,
pada saat masih produksi, pada saat games dikelompok-kelompokan (lokalisasi), pada saat game sudah dapat dimainkan sampai tuntas (alpha phase), pada saat pengujian (beta-phase), pada saat akan dikirim ke manufaktur, dan setelah game diproduksi.
Berdasarkan user experience ini, games dibagi atas:
- Jumlah pemain (single player, multiplayer, cooperative play, social interaction)
Pengalaman yang diberikan oleh permainan berbeda berdasarkan jumlah pemain. Misalnya pada social play, pemain dapat meninggalkan permainan atau kembali menjadi pemain aktif. Kemudian layar yang ditampilkan pada permainan multiplayer. Tampilan game akan berbeda pada tiap pemain dalam satu waktu.
Jumlah pemain dapat memperngaruhi tujuan dibuatnya games, misalnya untuk building trust, flirting, atau mempererat ikatan antar generasi (permainan melibatkan anggota keluarga). Tujuannya pun dapat beragam, seperti untuk social learning, mempengaruhi emosi, dan aktivitas fisik (Dance Revolution).
Leveling. Pemain (gamers) selalu mengevaluasi performa mereka dalam permainan. Apakah tujuan atau score yang ingin dicapai terpenuhi atau apakah tantangan dalam permainan bisa terpenuhi. Tercapainya tujuan dapat memberikan perasaan positif dan meningkatkan kepercayaan diri terkait kemampuan mereka dalam permainan.
Pada game yang kemudian berbentuk cerita, misalnya cerita tentang menyelamatkan putri yang diculik, pemain merasakan seolah-olah menjadi pemeran utama dan berperan aktif dalam menyelamatkan putri. Hal ini membantu pemain melarikan diri dari kenyataan hidupnya.
Psikologis. Beberapa permainan dirancang untuk mempengaruhi kognitif, emosi, motivasi, persepsi dan perhatian. Sebagai contoh, memberikan reward untuk memotivasi pemain agar tetap bermain. Motivasi bermain dapat berupa [1]: (1) ingin berkompetisi, (2) suka tantangan, (3) ingin berinteraksi sosial, (4) sebagai pelarian dari hal yang harus dilakukan, (5) fantasi ingin menjadi orang lain, (6) tertarik dan ingin memicu adrenalin.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesenangan, yaitu: tampilan grafis, suara, cerita, intuitif, dan beragam cara penggunaan (misalnya beragam cara untuk menang), mudah digunakan, tantangan, kecepatan.
Kontrol [4]. Kontrol adalah bagaimana pemain memanipulasi permainan, bagaimana pemain dapat menggerakkan tokohnya atau memenangkan permainannya. Kontrol dapat berupa menggunakan mouse, misalnya untuk menggerakkan pedang. Contoh lain adalah menggunakan tombol L2 pada playstation. Penggunaan tombol ini menyuruh pemain untuk menggunakan memory mereka, bahwa apabila ingin hasil tertentu harus menggunakan tombol ini. Kombinasi tombol juga dapat membuat pemain memiliki 250 cara untuk bermain. Ada studi yang menguji tingkat frustasi yang dialami pemain apabila menggunakan keyboard di banding menggunakan knob.
Platform, misalnya Mobile phone, console, PC, video games, dan lain-lain.
Genre, seperti puzzle, tembak-tembakan, petualangan, Role-Playing Game (RPG), simulasi, dan lain-lain.
Mudah dipelajari. Teknik pada games dipelajari oleh pemain dengan metode belajar yang sama yang digunakan yang untuk mempelajari hal lain. Oleh karena itu, learning theory juga perlu dipertimbangkan dalam mendesain games. Misalnya game mengizinkan pemain untuk berlatih terlebih dahulu atau game menunjukkan demonstrasi bagaimana apabila permainan dilakukan oleh komputer. Hal ini dapat mempengaruhi kecanduan pemain terhadap games.
Bisa dimainkan. Permainan harus dipastikan agar bisa dimainkan. Jangan sampai pemain tersangkut dalam permainan tidak bisa maju, tidak ada jalan keluar, sedangkan permainan belum selesai.
Ada beberapa faktor yang dipertimbangkan dalam merancang permainan, tidak hanya penampilan visualnya saja. Artikel ini hanya menuliskan sekelumit faktor yang dapat dipertimbangkan dalam merancang games. Pada kenyataannya, untuk mendesain permainan dibutuhkan graphics experts, perancang games, dan pengarang cerita yang masing-masing punya keilmuan tersendiri. Bahkan, desainer gamenya sendiri kemungkinan memiliki kemampuan coding, menguasai 3D modeling tools, dan memahami desain user interface. Akan tetapi, pada dasarnya permainan haruslah menyenangkan
ids388 Slots Daftar situs slot Deposit dengan ratusan permainan slot yang menyenangkan, apalagi jika anda menang hari ini dan mendapatkan jackpot. Saat ini situs Gacor ids388 Slots sedang menjadi incaran banyak orang karena menawarkan permainan slot ids388 terlengkap dan bonus menarik secara gratis kepada member yang mendaftar. Pelayanan paling ramah dengan pelayanan luar biasa sejak awal dijamin akan membuat para penggemar Slot ids388 Resmi terkagum-kagum. ids388 Slots saat ini merupakan agen slot terbesar yang menawarkan permainan slot ids388 yang dapat anda menangkan dengan mudah dengan jackpot Maxwin.

